Rabu, 27 April 2011

JILBABKAN DUNIA

oleh;Hernawati Haji Bagenda

          Dunia yang luas dan kaya akan perbedaan menyebabkan pandangan tentang jilbab berbeda-beda dari masing-masing belahan dunia. Berjilbab adalah salah satu kewajiban muslimah yang telah Allah perintahkan melalui Al-Qur'an dalam QS.Al-Ahzab:59 "Wahai nabi,suruhlah isteri-isterimu,anak-anak perempuanmu dan para perempuan beriman supaya melabuhkan pakaian yang menutup yang menutup seluruh tubuhnya,cara yang demikian lebih sesuai agar mereka dikenal(sebagai perempuan baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan ingatlah Allah MAha Pengampun lagi Maha Pengasih". Akan tetapi pada kenyataannya hal wajib yang telah jelas dalam Al-Qur'an ini menuai kontroversi di berbagai negara yang minoritas atau mayoritas muslim sekalipun.
            Ada pro dan kontra tentang wajibnya seorang muslimah berjilbab.Inggris yang merupakan negara besar dengan keadaan minoritas muslim yaitu dua juta lebih dari enam puluh juta saja mengemukakan bahwa jilbab adalah gambaran keInggrisan yang mana jelas pernyataan tersebut menjelaskan bahwa betapa Inggris mendukung,menghormati dan menghargai para wanita muslim di negara sebesar itu untuk menjalankan syariat dan salah satu hukum wajib dalam islam. Hal paling nyata yang menjadi bayangan dari pencerminan pandangan masyarakat Inggris terhadap hal yang satu ini adalah jilbab merupakan bentuk konkrit dari esensi multibudaya Inggris dan Inggris menjadi rumah yang aman,damai,tentram dan sejahtera bagi kaum muslim.
           Di lain sisi ada sekelompok masyarakat yang melihat bahwa jilbab identik dengan wanita tertindas. apa sebabnya? Pakaian yang menutup aurat dari ujung kepala hingga ujung kaki kecuali wajah dan telapak tangan ini dirasakan menutup peluang seorang wanita untuk maju dan berkembang sejajar dengan perkembangan dunia fashion. Seorang muslimah yang berjilbab dianggap tidak dapat mengekspresikan diri sejalan dengan kemajuan dunia fashion yang memperkenalkan pakaian wanita yang ketat,transparan,terbuka hingga melampauh jauh dari apa yang diperintahkan Allah SWT yang berhukum wajib itu. Keidentikan pemikiran sekelompok masyarakat itu ditambah dengan pandangan bahwa wanita berjilbab itu selalu tertindas karena dipaksa menggunakan pakaian dari zaman kuno yang jelek dan anugerah yang diberikan Allah dalam bentuk kecantikan tidak disyukuri karena lebih memilih untuk ditutup. Padahal dengan memakai jilbab tidak serta merta membuat para muslimah menjadi rendah sebaliknya membuat ia menjadi makhluk yang semakin dekat dengan-Nya karena dapat menjalankan perintah dengan hadiah pahala serta tempah terindah dan terdekat dengan Allah bernama surga. Seorang muslimah berjilbab juga tidak dapat dikatakan jelek karena karena menutupi kecantikannya sebaliknya berjilbab sama dengan mempercantik diri dengan jalan menjaga dan menutupi bagian tubuh yang harus ditutupi dan tidak pantas dilihat oleh orang lain.
            Wanita muslim yang mengenakan jilbab mempunyai beberapa dasar alasan. Ketaatan,identitas dan kewajiban serta pilihan dan pertanyaan politik tentang status. Akan tetapi sangat amat disayangkan tentang adanya kecenderungan penegasan bahwa hijab adalah tata busana yang wajib bukannya simbol religius hingga akhirnya memperlihatkan afiliasi seorang muslimah. Hal ini dibutuhkan koreksi juga pembelajaran mendalam agar muslimah yang dimulaikan Allah SWT tidak semakin salah menyerap dan melaksanakan perintah Allah dan semakin jauh melangkah meninggalkan jalan yang sebenarnya akibat adanya afiliasi atau percabangan pemikiran. Sesungguhnya otak yang dianugerahkan Allah Swt adalah kompas yang membantu hati untuk memilihkan jalan bagi anggota tubuh manusia dalam menjalani dan menata harinya.
             Terakhir,keadaan seharusnya tidak memperlihatkan kenyataan bahwa sudut pandang stereotype mengenai jilbab berujung pada diskriminasi seperti yang terjadi pada negar-negara di Eropa. Baik itu dalam pembatasan,pengucilan bahkan pelecehan pada muslimah berjilbab baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Tidak hanya samapai disitu saja,Departemen Pendidikan di Republik Azerbaijan secara terang-terangan menerjunkan larangan pemakaian jilbab di lingkungan akademi hingga menuai protes dari berbagai kalangan. Sepatutnya dukungan terhadap kalangan yang mengadakan protes itu diperkuat karena larangan ini tidak sepantasnya diluncurkan,tidak mempunyai alasan yang kuat dan jelas serta berefek menurunkan mental yang mempunyai sikap tidak menghargai,menghormati dan menyayangi bahkan cenderung membatasi karena dapat membatasi seseorang dalam memeluk keyakinan.
             Pakaian setiap orang mencerminkan keyakinan,nilai dan budaya.  Jilbab dalam Islam mencerminkan nilai dan keyakinan seorang muslimah. Lebih dari itu,jilbab juga dikatakan sebagai sikap perempuan yang siap bekerja di publik dengan menutupi tubuhnya. dengan ungkapan lain, islam menawarkan jilbab sebagai solusi untuk melakukan aktifitas di tengah masyarakat tanpa ada gangguan hawa nafsu dari kaum laki-laki. Dengan cara itu,perempuan dapat melakukan aktifitas sosiam dengan sehat. Inilah yang dikehendaki islam untuk menjaga kehormatan perempuan melalui jilbab.
             Dengan demikian,jilbab adalah hak individu dan legal. Untuk itu jilbab tidak dapat dilaranga apalagi jilbab merupakan hukum islam yang jelas. Berbagai ayat dan riwayat menekankan hukum wajibnya jilbab. Jilbab merupakan aturan tegas islam yang berlandaskan pada kemaslahatan yang mempertimbangkan berbagai aspek individu dan sosial perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar